April 16, 2014

TEORI BAKU DAN TEORI GB: PERJALANAN PANJANG MENUJU MINIMALISME


Teori Minimalis, atau yang lebih dikenal sebagai Program Minimalis, mulai dirumuskan oleh Chomsky pada awal 1990-an. Kemudian teori tersebut scara resmi diproklamirkan sebagai kerangka teoritis bagi Linguistik Generatif dengan terbitnya buku Chomsky The Minimalist Program pada tahun 1995. Munculnya Teori Minimalis ini mengisyaratkan setidak-tidaknya tiga hal penting. Pertama, dalam Linguistik Generatif sintaksis tetap menduduki posisi sentral, sedangkan fonologi dan semantik, yang bersifat interpretif, menduduki posisi komplementer. Sementara itu, meskipun posisi leksikon jadi semakin menonjol, posisi morfologi tetap periferal seperti posisinya semula dalam Teori Baku (yang diformulasikan dalam Aspects of the Theory of Syntax 1965) maupun dalam Teori GB 1 (yang diformulasikan dalam LGB atau Lectures on Government and Binding 1981). Kedua, sebagaimana munculnya Teori Baku dan munculnya Teori GB pada dua era

1 Dalam The Minimalist Program, Chomsky (1995: 29-30) mengatakan bahwa nama atau istilah GB tidak benar dan menyesatkan, karena government dan binding hanyalah sebagian saja dari the unifying principles, sementara masih ada princip-prinsip lain (misalnya Case Theory dan Theta Theory) yang merupakan komponen utama dari teori tersebut. Oleh karena itu, nama yang benar untuk teori tersebut adalah Pinciples and Parameters (P&P) Theory, atau disebut juga P&P Approach.

Sebelum munculnya Teori Minimalis dan semasa era GB, Matthews (1993: 237) memberikan penilaian kritis terhadap Chomsky. Pada era generatif klasik, untuk menuju UG bahasawan harus lebih dulu merumuskan particular grammars (PG), yang dihasilkan dari penelitian terhadap berbagai bahasa secara terpisah-pisah. Dalam PG akan didapatkan ciri-ciri umum dan sekaligus ciri-ciri khusus. Paduan dari ciri-ciri umum atau general principles tersebut akan menghasilkan UG atau core grammar, sedangkan ciri-ciri khusus akan disapu ke tepian karena ciri-ciri tersebut tidak lebih daripada periphery. Pada era GB, jalan panjang tersebut tidak diperlukan lagi.

Bahasawan, melalui analisis yang sangat mendalam terhadap beberapa bahasa, dapat langsung memasuki ranah UG tanpa harus repot-repot merumuskan PG terlebih dulu. Hal ini memiliki implikasi yang serius terhadap perumusan teori kebahasaan. Pada era generatif klasik, jika ditemukan counter examples dari suatu bahasa yang belum pernah diteliti sebelumnya, bahasawan harus melangkah surut, dan jika perlu ia harus merevisi generalisasi yang telah dirumuskan sebelumnya. Namun, pada era GB, bahasawan lebih bersikap pantang mundur . Dalam kata-kata Matthews (ibid.), the new school is concerned directly with universal grammar; and if [the linguists] accept its premiss [they] do not have to be perturbed by [counter examples]
Powered by Blogger.
 
 
Copyright © | minimalisticme | Privacy Policy